Diskusi Implementasi SPMI Perguruan Tinggi

Keberadaan lembaga penjaminan mutu perguruan tinggi adalah sebuah keharusan sebagai upaya setiap perguruan tinggi memberikan jaminan mutu proses dan hasil pendidikan kepada stakeholders baik internal maupun eksternal perguruan tinggi. Sebagai tindak lanjut untuk mencapai hal tersebut di beberapa perguruan tinggi optimalisasi fungsi lembaga/badan/kantor/unit/satuan penjaminan mutu perguruan tinggi termasuk Universitas Wijaya Putra (UWP).

Nama unit penjaminan mutu di UWP telah terbentuk sejak tahun 2007, namun dalam perkembangannya masih belum maksimal. Pada tanggal 1 Oktober 2013 telah ditetapkan pengurus Badan Penjaminan Mutu di UWP yang diharapkan bisa optimal dalam  mengawasi dan mengontrol kinerja dan kegiatan dari tiap-tiap unit di UWP. Untuk meningkatkan kinerja Badan Penjaminan Mutu yang ada di UWP pada hari Rabu 16 Oktober 2013 bertempat di Kampus Benowo UWP diadakan Diskusi Implementasi SPMI Perguruan Tinggi dengan narasumber Prof. Dr. MV Roeminingsih . Beliau sehari hari menjabat sebagai Ketua Pusat Penjaminan Mutu Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Diskusi tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat struktural dari UWP, STKIP BIM, dan ASMI. Moderator yang memandu diskusi tersebut adalah Budi Endarto, SH, MHum. Sebelum diskusi itu dilakukan terlebih dahulu peserta mendapatkan pencerahan dari ketua Yayasan Insan Indonesia Mandiri yaitu Prof. Saleh Soegiyanto, PhD., menurut  beliau untuk mengelola lembaga menjadi besar dan bermutu harus bersama-sama dan dilakukan oleh semua pihak yang terkait.  Untuk itu perlu adanya peningkatan mutu pendidikan dan pengelolaan.

Prof. Dr. Roeminingsih pada Diskusi Implementasi SPMI Perguruan Tinggi itu menekankan slogan“Mutu atau Mati”. Slogan itu menurut beliau, memiliki makna agar Perguruan Tinggi tersebut bisa berkembang harus diimbangi dengan adanya mutu yang baik dalam pengelolaan perguruan tinggi tersebut. Jika mutu tidak diperhatikan dan ditelantarkan maka jangan harap perguruan tinggi tersebut dapat berkembang dengan baik. Penjaminan mutu pun harus selalu disesuaikan pada perkembangan itu secara berkelanjutan (continuous improvement) karena stakeholder selalu berkembang. Beberapa keuntungan yang didapatkan dalam pelaksanaan penjaminan mutu adalah dapat diberikan pelayanan akademik terbaik, pengelolaan program dan SDM yang maksimal, peningkatan kualitas yang berkelanjutan, serta mampu dan siap berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.